"orang kreatif selalu ingin mengetahui segala hal. karena dia tahu bahwa semua hal itu dapat menimbulkan ide baru, tetapi ia tidak tahu kapan akan muncul. namun, dia percaya hal itu akan terjadi."

APBN


PENGERTIAN DAN LATAR BELAKANG
PINJAMAN LUAR NEGERI

Pinjaman luar negeri adalah semua pinjaman yang menimbulkan kewajiban membayar
kembali terhadap pihak luar negeri baik dalam valuta asing maupun dalam Rupiah.
Termasuk dalam pengertian pinjaman luar negeri adalah pinjaman dalam negeri yang
menimbulkan kewajiban membayar kembali terhadap pihak luar negeri.
Pinjaman luar negeri Indonesia dibedakan dalam 2 kelompok besar, yaitu pinjaman luar
negeri yang diterima Pemerintah (public debt) dan pinjaman luar negeri yang diterima swasta
(private debt).  Dilihat dari sumber dananya, pinjaman luar negeri dibedakan ke dalam
pinjaman multilateral, pinjaman bilateral dan pinjaman dindikasi.  Sedangkan dilihat dari segi
persyaratan pinjaman, dibedakan dalam pinjaman lunak (concessional loan), pinjaman
setengah lunak (semi concenssional loan) dan pinjaman komersial (commercial loan).
Selain pinjaman luar negeri, terdapat juga penerimaan dalam bentuk hibah.  Menurut Surat
Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Keuangan dengan Ketua BAPPENAS
No.185/KMK.03/1995 dan No. KEP.031/KET/5/1995 tanggal 5 Mei 1995 yang telah dirubah
dengan SKB No. 459/KMK.03/1999 dan No.KEP.264/KET/09/1999 tanggal 29 September
1999 tentang Tatacara Perencanaan, Pelaksanaan/Penatausahaan dan Pemantauan
Pinjaman/Hibah Luar Negeri dalam Pelaksanaan APBN,  pengertian Pinjaman Luar Negeri,
adalah setiap penerimaan negara baik dalam bentuk devisa dan atau devisa yang dirupiahkan
maupun dalam bentuk barang dan atau dalam bentuk jasa  yang diperoleh dari pemberi
pinjaman luar negeri yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu.  Sedangkan
Hibah Luar Negeri, adalah setiap penerimaan negara  baik dalam bentuk devisa dan atau
devisa yang dirupiahkan maupun dalam bentuk barang dan atau dalam bentuk jasa temasuk
tenaga ahli dan pelatihan yang diperoleh dari pemberi hibah luar negeri yang tidak perlu
dibayar kembali.
Pinjaman luar negeri yang diterima Pemerintah, dimaksudkan sebagai pelengkap pembiayaan
pembangunan, disamping sumber pembiayaan yang berasal dari dalam negeri berupa hasil
perdagangan luar negeri, penerimaan pajak dan tabungan baik tabungan masyarakat dan
sektor swasta.  Salah satu masalah dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi yang dihadapi
negara-negara berkembang termasuk Indonesia adalah  keterbatasan modal dalam negeri.
Hal ini tercermin pada angka kesenjangan tabungan investasi “Saving-Investment Gap” (S-I
gap) dan “Foreigan Exchange Gap” (forex gap).   Saving Investment gap menggambarkan
kesenjangan antara tabungan dalam negeri dengan dana investasi yang dibutuhkan,
sedangkan Foreign Exchange Gap menggambarkan kesenjangan antara kebutuhan devisa
untuk membiayai impor barang/jasa dengan penerimaan devisa hasil expor barang/jasa.  Oleh By. Sanuri (DLN/Eksim)
Pinjaman Luar Negeri
Pemerintah
Hal. 2
karena itu negara-negara berkembang membutuhkan pinjaman luar negeri untuk menutup
kekurangan kebutuhan pembiayaan investasi dan untuk membiayai devisit transaksi berjalan
(current account) neraca pembayaran dalam rangka pembiayaan transaksi internasional
sehingga posisi cadangan devisa tidak terganggu.

 sumber : http://ptlnkompak.150m.com/Artikel/PINJAMANLUARNEGERI.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s